Penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

Penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis)

Anda tentunya masih ingat fenomena “Ice Bucket Challenge” yang menjadi viral di internet dan telah banyak membuat orang ikut melakukan tantangan disiram air es. Aktivitas ini menjadi viral karena sejumlah tokoh di seluruh dunia beramai-ramai melakukan tantangan mandi air es yang merupakan upaya kampanye donasi untuk riset pengobatan penyakit ALS. Sayangnya meski kegiatan ini viral di dunia maya , sedikit sekali orang mengetahui tentang penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Penyakit ini juga dikenal dengan  nama penyakit Lou Gehrig, yang adalah tokoh pemain bisbol  yang meninggal dunia karena menderita penyakit ini.

Apa itu Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)?

Amyotrophic lateral sclerosis atau disingkat ALS adalah penyakit sistem saraf  motorik, di mana sel‐sel neuron tertentu  di dalam otak dan sumsum tulang secara perlahan lahan tidak berfungsi. Sel syaraf neuron  ini bertugas mengirimkan pesan dari dalam otak dan sumsum tulang menuju otot. Merupakan penyakit kronis progresif yang menyerang secara selektif sel tanduk anterior, batang otak neuron motorik, sel piramidal korteks dan pyramidal tract. Penyakit ini dikatagorikan sebagai penyakit Neurodegenerative atau penyakit degeneratif syaraf

Gejala awal adalah masalah otot ringan, dan perlahan‐lahan penderita menjadi lumpuh. Beberapa penderita  mengalami penurunan fungsi otot ini selama beberapa tahun dan pada akhirnya otot akan berhenti bekerja.

Apa  tanda-tanda dan gejala penyakit ALS?

Gejala ALS biasanya berawal dari otot salah satu lengan atau otot kaki yang melemah, atau kadang penderita berbicara tidak jelas. Kelemahan otot secara pelan pelan menyebar pada kedua tangan dan kaki atau bagian tubuh lainnya. Kepala penderita sering kali tertunduk lemas karena kelemahan otot punggung dan leher.  Fungsi otot yang sangat diperlukan untuk bergerak,  berbicara, menelan makanan, dan bernapas pada akhirnya secara perlahan menjadi lumpuh.

Penyakit ALS tidak mempengaruhi indra penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan sentuhan, tapi penderita  mungkin memiliki masalah mental atau kesulitan menemukan kata‐kata.

  1. Penyakit ALS memengaruhi tubuh dan pikiran

Penyakit ALS menyerang sel saraf yang mengontrol gerak sadar, seperti gerakan kaki dan tangan,  ekspresi wajah, gerakan napas. ALS Meskipun tidak memengaruhi kecerdasan otak, tetapi beberapa penderita dengan ALS kemungkinan akan mengalami depresi dan ada kalanya mengalami penurunan kemampuan berpikir

  1. Penyakit ALS tidak selalu merupakan penyakit turunan

Hanya 5-10 persen dari seluruh kasus ALS yang ada hubungannya dengan faktor keturunan. Namun, mayoritas 90 persen pasien dengan ALS tidak memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit ini.

  1. Pada umumnya penderita ALS terjadi pada laki-laki dan orang Kaukasia

ALS adalah penyakit langka.  Penyakit ini lebih umum terjadi pada laki-laki di banding perempuan, serta lebih banyak orang Kaukasia yang mengalaminya dibandingkan dengan ras lainnya. Detailnya, lebih dari 20 persen penyakit ALS mungkin terjadi pada laki-laki, dan 93 persen orang yang tercatat menderita ALS adalah orang Kaukasia.

Penyakit ALS paling banyak terjadi pada orang berusia antara 60-69 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan usia yang lebih muda juga dapat terkena penyakti ini.

  1. Gejala penyakit ALS tidak terjadi secara seketika

Gejala penyakit ini tidak terjadi seketika mendadak, seperti misalnya seseorang baru bangun tidur kemudian mengalami kelumpuhan. Gejala sering kali secara perlahan dan tanpa disadari. Gejala awalnya biasanya kram, otot tegang, serta kesulitan mengunyah dan menelan. Perlahan lahan penderita ALS akan kehilangan kemampuan bernapas dan menelan. Kebanyakan orang akan meninggal dua sampai lima tahun kemudian setelah terdiagnosis penyakit ALS, penyebab kematian paling banyak karena gangguan pernapasan.

Penyebab penyakit  amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Sampai saat ini penyebab penyakit ini tidak diketahui dan sekitar 90% kasus terjadi secara sporadis. Pada sekitar 10% orang, penyakit ini menurun pada anggota keluarga. Penyakit ALS bukan penyakit menular dan tidak menular.

Faktor resiko penyakit  amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Meskipun sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab penyakit ALS, tapi ada beberapa faktor resiko yang bisa menjadi penyebab yaitu :

  • Faktor genetik atau keturunan. Telah ditemukan ada lebih dari 10 jenis penyakit saraf motor yang berkaitan dengan mutasi gen.
  • faktor polusi lingkungan seperti kebiasaan merokok dan paparan polusi dalam jangka panjang. Menurut hasil penelitian epidemiologi, ditemukan faktor lingkungan yang berkaitan dengan penyakit saraf motor, yaitu pencemaran logam berat, obat nyamuk / pestisida, herbisida, cedera luar, dan makanan.Tidak ada koneksi di antar semua faktor ini. Akan tetapi faktor penyebab yang menjadi pemicu timbulnya penyakit saraf motor masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.
  • Adanya cedera karena benturan
  • Infeksi virus
  • Stress akibat beban pekerjaan terlalu berat

Anda perlu menghubungi dokter dan meminta pemeriksaan kesehatan jika Anda mengalami:

  • Kaki atau pergelangan kaki melemah.
  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas harian.
  • Menurunnya fungsi otot
  • Kesulitan menelan atau berbicara.
  • Terjadi kram pada otot dan lengan, bahu,
  • Kesulitan mendongakkan kepala dan menjaga postur tubuh.

Pilihan pengobatan untuk amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Perawatan pada pasien ALS bertujuan untuk mengontrol gejala yang timbul dan upaya mendukung pasien dalam jangka waktu lama.  Salah satu obatnya adalah riluzole, yang mungkin memperpanjang umur dan pada beberapa orang mungkin memperlambat perkembangan ALS, namun efek penyembuhannya terbatas. Obat‐obatan lain mungkin membantu mengontrol gejala kejang, kesulitan menelan, kram, sembelit, nyeri, dan depresi. Selang perut mungkin bisa igunakan untuk memberi makan jika pasien mengalami kesulitan menelan dan sering tersedak. Ahli gizi berperan dalam membantu mencegah penurunan berat badan. Pendidikan dan konseling juga sangat lah penting.Terapi fisik, okupasi, dan bicara dapat menolong penderita tetap kuat dan mandiri. Alat bantu seperti penjepit, pembungkus kaki dari logam, kursi roda, dan mesin pernapasan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik pasien, terutama fungsi saraf dan fungsi otot. Dokter akan melakukan tes berjalan, bernapas, menelan, dan test refleks.Dokter mungkin juga melakukan electromyography (EMG) dan studi konduksi saraf. Studi lainnya termasuk tes genetik, computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), tes darah dan urin, spinal tap, dan biopsi otot.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi amyotrophic lateral sclerosis (ALS):

  • Pilih pengobatan yang Anda perlukan untuk mengatasi masalah tertentu seperti bernapas dan makan.
  • Pelajari sebanyak mungkin tentang ALS dan cara mengurangi gejalanya.
  • Jangan putus harapan. Beberapa orang hidup jauh lebih lama dari 5‐10 tahun. Beberapa hidup lebih lama dari 10 tahun atau lebih.

 

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. konsultasikan pada dokter Anda.


Metode pengobatan terbaru nutrisi stem cell ternyata bisa memberikan alternatif bagi penderita penyakit ALS. Testimoni berikut bisa menjadi pertimbangan untuk mencoba metode ini

Saya Ibu Linda, orang singapore, kini tinggal di Bogor Jawa Barat, sekitar 3-4 tahun yang lalu menderita gejala ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) selama kurang lebih 8 bulan, dengan gangguan di saraf lidah dan juga mata. Saya tidak bisa bicara, tidak bisa makan dan minum. Menyebabkan kesehatan saya menurun, berat badanpun turun drastis dari 60 kg hingga 35 kg hanya dalam waktu 2-3 minggu. Dokter bilang tidak ada harapan untuk kesembuhan, kecuali mujizat. Dokter hanya menyarankan untuk berdoa saja.
Kemudian saya diperkenalkan oleh seorang teman untuk mengkonsumsi StemEnhance (AFA EXTRACT), saya pikir kenapa tidak dicoba? “nothing to lose”… Sayapun mulai mengkonsumsi AFA EXTRACT, hampir 15 kapsul setiap hari. Karena saya tidak bisa konsumsi langsung, saya buka isinya, kemudian saya campur dengan ice cream. Setiap 10 menit sekali saya konsumsi 2 kapsul AFA Extract tanpa henti selama 30 hari.

Terlihat perkembangan, walaupun lambat kesehatan saya mulai membaik. Saya mulai bisa bicara, makan dan minum. Saya merasakan perkembangan yang signifikan untuk fungsi mata saya, itu setelah saya mengkonsumsi AFA Extract selama kurang lebih 3-4 bulan.
Bersyukurlah, sekarang saya sudah sehat seperti sediaka kala.

Pada dasarnya stem cell kita sendirilah yang terus menerus memperbaiki jaringan yang rusak. Dan AFA Extract lah yang membantu mendukung pelepasan stem cell dari sumsum tulang ke aliran lebih banyak lagi

Penyakit ALS termasuk ke dalam penyakit degeneratif yang sulit disembuhkan. ALS adalah penyakit degeneratif yang menyerang saraf secara progresif sehingga menyebabkan sel saraf motorik pada otak dan sumsum tulang belakang menjadi tak berfungsi, sehingga menyebabkan kelumpuhan dan akhirnya kematian.

solusi penyakit berat

Hanny

saya berwirasusaha sebagai distributor produk suplemen kesehatan, Nutrisi Stem Cell, Jelly Gamat, Zmooth Detox dsb. Ingin membantu menyebar luaskan pengetahuan berkaitan dengan kesehatan, pola hidup sehat, dan nutrisi kesehatan. Jika anda membutuhkan bantuan silahkan kontak saya. di WA Hp / WA : 087853902678 Terima kasih