Penyakit Asma dan Cara Pencegahannya

Penyakit Asma dan Cara Pencegahannya

Penyakit asma adalah penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran napas. Akibatnya timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas. Gejala lain dari asma adalah nyeri dada, batuk, dan mengi. Saluran pernapasan penderita asma cenderung lebih sensitif ketimbang yang tidak mengidapnya. Itulah sebabnya saat paru-paru penderita asma teriritasi salah satu pemicu, otot pernapasan akan menjadi kaku dan saluran napas pun menyempit. Beberapa pemicunya antara lain asap rokok, terpapar zat kimia, bulu binatang, atau bahkan udara dingin.

Pada masa lalu, penyakit asma dianggap penyakit yang disebabkan karena adanya penyempitan bronkus saja, sehingga terapi utama pada saat itu adalah suatu bronkodilator, seperti beta agonis dan golongan metilksantin saja. Namun, para ahli kemudian mengemukakan konsep baru yang digunakan hingga kini, yaitu bahwa asma merupakan penyakit inflamasi pada saluran nafas, yang ditandai dengan bronkokontriksi, inflamasi, dan respon yang berlebihan terhadap rangsangan (hyprresponsiveness). Selain itu juga terdapat penghambatan terhadap aliran udara dan penurunan kecepatan aliran udara akibat penyempitan broonkus. Akibatnya terjadi hiperinflasi distal, perubahan mekanis paru-paru dan meningkatnya kesulitan bernafas.

Jenis – jenis Penyakit Asma

Ada lima jenis umum dari penyakit asma, termasuk :

  1. Exercise-induced asthma
  2. Asma nocturnal (malam hari)
  3. Occupational asthma
  4. Cough-variant asthma
  5. Asma alergi

Penyebab Penyakit Asma

Penyakit Asma belum diketahui penyebabnya. Penderita penyakit asma memiliki saluran pernapasan yang bengkak dan sensitif. Ketika terpapar faktor pemicu penyakit asma, saluran pernapasan lebih mudah menyempit dan tersumbat lendir.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi pemicu penyakit asma kambuh, faktor pemicu penyakit asma:

  1. Infeksi, terutama yang berhubungan dengan saluran napas atas seperti flu
  2. Bulu binatang
  3. Asap rokok, polusi udara
  4. Obat-obatan, misalnya obat pereda sakit anti-inflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen
  5. Emosi berlebihan, misalnya tertawa terbahak-bahak
  6. Alergi makanan, misalnya alergi kacang-kacangan
  7. Stres
  8. Cuaca, termasuk perubahan suhu udara, udara dingin, lembap
  9. Kondisi dalam ruangan yang lembap atau berdebu
  10. Olahraga
  11. Begitu pemicu sudah diketahui, usahakan untuk menghindarinya agar dapat mengontrol gejala asma.
  12. Faktor Risiko

Walaupun penyebab penyakit asma belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit asma, termasuk hal di bawah ini:

  1. Memiliki riwayat keluarga berpenyakit asma atau atopik seperti eksim
  2. Memiliki kondisi atopik
  3. Menderita bronkitis
  4. Terpapar asap rokok pada masa kanak-kanak
  5. Ibu merokok saat mengandung pasien
  6. Lahir sebagai bayi prematur atau berat badan lahir rendah

Gejala Penyakit Asma

Memang gejala-gejala tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal tetapi dapat dipastikan sebagai penyakit asma apabila:

  1. Sering kambuh
  2. Gejala terasa lebih berat pada tengah malam dan awal pagi hari
  3. Sepertinya terjadi sebagai respons dari pemicu asma—misalnya aktivitas fisik berlebihan atau terpapar alergen (seperti bulu binatang)
  4. Gejala asma yang memburuk dalam waktu singkat, dikenal sebagai serangan asma. Ini bisa terjadi tiba-tiba atau bertahap selama beberapa hari. Gejala-gejala serangan asma, antara lain:
  5. Mengi, batuk, dan dada terasa seperti terhimpit dirasa semakin berat dan sering
  6. Aktivitas makan, bicara, dan tidur terganggu oleh kesulitan bernapas
  7. Jantung berdebar
  8. Mengantuk, mengalami kebingungan, letih, atau pusing
  9. Jari atau bibir membiru
  10. Pingsan

Pengobatan Penyakit Asma

Pengobatan asma memiliki dua tujuan, yaitu meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Tentunya pengobatan harus disesuaikan dengan hasil diagnosis dokter dan kondisi penderita.

Pengobatan asma antara lain:

  1. Menghindari pemicu munculnya gejala asma
  2. Menggunakan inhaler pereda –digunakan untuk meredakan gejala asma jangka pendek dengan membuat saluran pernapasan rileks
  3. Penggunaan inhaler pencegah –digunakan rutin setiap hari untuk mengurangi radang pada saluran pernapasan dan mencegah gejala asma kambuh
  4. Penggunaan inhaler kombinasi pencegah dan pereda –digunakan setiap hari agar mencegah timbulnya gejala asma serta membuat saluran pernapasan rileks dalam jangka waktu lebih lama.

Baca Juga: Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami

Berikut tips sederhana untuk penderita penyakit asma

  1. Jangan malas bangun pagi! Sinar matahari dan udara pagi adalah obat mujarab yang sayang jika dilewatkan. Menurut tim penelitian King’s College London, rendahnya asupan vitamin D yang diberikan matahari pada tubuh dapat berpengaruh memburuknya gejala asma. Padahal vitamin D dapat mengendalikan bagian sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif pada penderita asma. Penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang dengan tingkat vitamin D yang tinggi mampu mengontrol asma. Begitupun dengan udara segar di pagi hari yang baik untuk kesehatan paru-paru. Nah, lakukan terapi ini setiap hari untuk memulihkan gejala asma yang kamu derita. Bangun pagi, berjemur, dan menghirup udara segar.
  1. Sangatlah penting untuk melakukan meditasi atau senam pernapasan guna melatih organ paru-paru yang terganggu.Senam pernapasan dilakukan untuk melatih organ paru-paru agar bisa memiliki kapasitas yang normal. Kamu bisa lakukan pernapasan diafragma yang berguna untuk memaksimalkan distribusi udara dalam paru. Lakukan dengan duduk atau berbaring. Mulailah dengan mengambil nafas pelan dan dalam lewat hidung, hembuskan juga perlahan lewat mulut. Lakukan latihan ini dengan berkonsentrasi pada pernafasan.Saat melakukan olah napas, tingkat karbondioksida dalam tubuh akan meningkat. Dengan membiasakan tubuh pada keadaan ini, akan menjadikan tubuhmu semakin kuat jika asma menyerang.
  1. Rajin membersihkan lingkungan agar terhindar dari debu yang dapat mengganggu pernapasan.Penderita asma sangat alergi terhadap debu. Nah, untuk mencegahnya, buatlah lingkungan rumah atau tempat kerja senantiasa bersih dan terhindar dari debu dan kotoran. Terutama barang-barang yang memicu banyaknya debu yang menempel seperti karpet dan boneka. Gantilah juga sarung bantal dan sprei secara rutin untuk mengurangi penumpukan debu dan kotoran yang bisa terhirup olehmu kapanpun. Hindari kasur atau bantal berbahan kapuk karena dapat memicu alergi, kasur spons atau spring bed dilengkapi dengan bantal berbahan dracon lebih baik bagi penderita asma. Sebagai catatan, jangan gunakan pembersih berbahan karbol atau kreolin karena memiliki aroma yang kuat dan dapat memicu serangan asma.
  1. Buatlah jadwal rutin untuk mengunjungi tempat yang memiliki udara bersih, demi menguras saluran pernapasanmu. Ke pantai misalnya. Udara laut memang lebih bersih dibandingkan udara di perkotaan, bersihnya angin laut inilah yang disinyalir bagus bagi penderita asma. Sebenarnya, udara di pegunungan juga bersih, namun cuacanya yang cenderung dingin seringkali justru memicu serangan asma lebih lanjut. Oleh karena itu, nggak ada salahnya kamu luangkan waktu minimal sekali dalam seminggu untuk pergi mengunjungi pantai demi udara segar yang bagus buat pernapasanmu.
  1. Serangan asma menyebabkan dehidrasi, perbanyak minum air putih agar pernapasanmu lancar kembali. Serangan asma akibat penyempitan saluran pernapasan menyebabkan terjadinya dehidrasi yang sangat parah. Kondisi inilah yang biasanya nggak terdiagnosa oleh dokter secara psikologis. Makanya, selalu sediakan air kapanpun dimanapun untuk mencegah hal-hal yang nggak diinginkan ini. Rajin meminum air putih ternyata juga sangat membantu dalam usaha pengobatan asma. Karena air putih mengandung oksigen yang sehat untuk tubuh, sekaligus juga sangat baik untuk kesehatan paru- paru. Jadi, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari supaya paru-paru tetap sehat, ya!
  1. Gunakan masker ketika berada di luar ruangan, apalagi di tempat-tempat yang berpotensi terkena polusi udara. Mengingat banyaknya pantangan yang dimiliki penderita asma, maka berjalan ke luar rumah di mana lingkungannya terpapar polusi tentu menjadi hal yang sulit, namun bukan berarti kamu harus tetap tinggal di dalam rumah selamanya. Hindari tempat-tempat yang terpapar asap rokok dan polusi yang berlebihan. Penggunaan masker yang mencegah debu bisa mengurangi resiko terserang asma. Namun kamu juga harus perhatikan cara penggunaan masker yang tepat. Baiknya nggak digunakan lebih dari sekali pakai, untuk masker bedah yang biasa disediakan di apotik-apotik, ya!
  1. Hindari memelihara hewan berbulu yang memicu serangan asma mendadak akibat bulu yang beterbangan.Penderita asma harus menjauhi semua hewan yang memiliki bulu yang mudah rontok seperti anjing dan kucing. Sebenarnya selain bulu hewan, penderita asma juga sangat rentan terhadap beberapa partikel kotor yang berasal dari hewan seperti air liur dan kulit binatang. Untuk itu, sebaiknya kamu nggak memelihara hewan seperti anjing dan kucing. Ikan bisa jadi solusi jika kamu ingin memiliki hewan peliharaan
  1. Gantilah obat asma dari dokter dengan obat-obatan herbal nan alami, supaya kamu nggak ketergantungan dan kambuh-kambuhan lagi. jahe hangat dan madu.  Penanggulangan asma bukan hanya dari lingkungan, asupan gizi adalah hal yang memegang peranan penting agar asma nggak mudah menyerang. Rutin mengkonsumsi minyak ikan dan brokoli dapat membantu ketahanan tubuh terhadap asma. Minyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 dan 6, sedangkan brokoli kaya akan vitamin C, kalsium, magnesium dan zinc. Selain itu, kamu juga bisa mengkonsumsi buah-buahan seperti apel, alpukat dan wortel yang membantu melancarkan saluran pernapasan. Jahe hangat dan madu juga bagus untuk meringankan gejala asma. Hindari makanan yang beresiko menimbulkan asma seperti kacang, telur, cokelat, udang dan susu.
  1. Kelola emosi berlebihan dan stres yang dapat memicu kambuhnya asma, santai saja jangan panik. Salah satu masalah asma yang sangat sensitif adalah apabila terkena tekanan emosi yang terlalu kuat. Tekanan emosi seperti rasa cemas yang berlebihan, rasa takut, bahkan rasa gembira juga bisa membuat asma cepat kambuh karena perubahan denyut jantung yang kuat. Tingkat stres yang tinggi juga bisa menyebabkan serangan asma. Oleh karenanya, kamu harus bisa mengontrol emosi dan stres, jangan terlalu berlebihan, secukupnya saja. Belajar menahan emosi juga penting, dengan menjauhi hal-hal yang sekiranya memicu loncatan emosi yang berlebihan.
  1. Olahraga renang sangat bagus untuk melatih pernapasan, jauhi olahraga berat yang memicu kelelahan. berenang bagus buat penderita penyakit asma. Berenang merupakan olahraga yang dapat menjaga kesehatan jantung serta paru-paru. Karenanya, berenang menjadi salah satu cara mengobati asma dan sesak napas yang cukup efektif. Berenanglah minimal sekali seminggu, dengan melakukannya secara teratur maka organ pernapasan akan menjadi sehat. Jauhi jenis olahraga berat dan kompetitif yang memicu kelelahan dan membutuhkan banyak tenaga. Jenis olahraga yang berat justru menyebabkan kamu kesulitan untuk bernapas.

Baca Juga : Penyakit Demam Berdarah dan Pengobatannya

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Asma